|TERBARU     /fa-fire/_$type=slider$sn=hide$cate=0$show=home$va=0$d=0$cm=0

Sumpah dan Janji

Bagaimana Anda memaknai janji?
Bagaimana pula Anda memaknai sumpah?
Bagaimana bila sumpah/janji itu telah Anda ucapkan?
Apakah Anda masih memegang teguh dan berupaya memenuhi, atau Anda menganggap sumpah/janji itu seperti ucapan biasa saja yang bisa dilanggar?


oleh: Uung Sendana Linggaraja   |   


GENTAROHANI.COM—Sekarang ini jamak bila kita melihat orang-orang mengucapkan janji/sumpah jabatan dan tujuan lain di berbagai organisasi dan bidang kehidupan. Mereka melakukan itu karena akan menduduki suatu profesi atau jabatan atau tujuan lain seperti menikah.

Tujuan dari pengucapan janji/sumpah saat sebelum menjabat adalah agar yang bersangkutan berkomitmen menjalankan tugas, kewajiban dan tanggung jawabnya sesuai dengan aturan atau etika profesi/jabatan tersebut sebelum mereka menuntut hak-haknya.

Janji/sumpah biasanya diucapkan sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing oleh pejabat berwenang dan menggunakan ucapan serta simbol agama yang dianut oleh yang bersangkutan. Dalam pengucapan janji/sumpah ini, Tuhan atau para suci dilibatkan. Ada unsur spiritualitas dan religiusitas dalam pengucapan janji/sumpah. 

Janji juga diucapkan di depan khalayak ramai atau minimal beberapa orang saksi. Tapi sebenarnya, yang utama adalah janji pada diri sendiri sebagai manusia—makhluk termulia di antara makhluk-makhluk lainnya—yang berkewajiban memegang teguh janji/sumpah yang telah diucapkan. Karena keutamaan sebagai makhluk termulia adalah dalam kesatuan antara kata dan perbuatan.

Sekarang ini kita melihat kenyataan, semakin banyak pejabat atau pengurus organisasi atau rohaniwan tidak memegang teguh janji/sumpah yang telah diucapkan. Hak lebih diutamakan dari kewajiban dan tanggung jawab. Tak heran bila kehidupan ketatanegaraan kita dan ketata-organisasian kita tidak berjalan dalam relnya. Etika moralitas tak berjalan dengan baik, hukum tak dapat ditegakkan dengan sebagaimana mestinya. 

Kenapa?

Karena kesatuan antara kata dan perbuatan itulah dao

Tak adanya kesatuan antara kata dan perbuatan, menyebabkan kehidupan tak berjalan dengan baik, ketatanegaraan dan ketata-organisasian tak berjalan semestinya. Masyarakat dan anggota organisasi kehilangan pegangan dan tokoh panutan. 

Mengzi pernah mengingatkan pada kita bahwa bila para pemimpin lebih mengutamakan keuntungan, maka seluruh level di bawahnya akan mengutamakan hal yang sama, dan pada akhirnya rakyat/anggota organisasi akan berebut. Itulah awal kehancuran suatu negara dan organisasi.

Benarkan nama-nama, itulah kunci mengelola organisasi dan memerintah negara.

Saat Anda dan saya mengucapkan janji/sumpah, kita telah memberi 'nama' pada diri kita dengan jabatan, profesi atau predikat yang kita emban. Maka pegang teguhlah janji/sumpah yang diucapkan, jangan abaikan. Kalau saya dan Anda mengabaikan janji/sumpah yang telah diucapkan, maka Anda dan saya diragukan layak menyandang predikat sebagai manusia, makhluk termulia.

Memang tak mudah menjalankan tugas serta menanggung kewajiban dan tanggung jawab, tak mudah menyandang predikat, kedudukan dan jabatan, tapi kita BISA. Kalau Anda selama ini telah lupa atau lalai pada janji/sumpah yang telah diucapkan, masih ada waktu untuk memperbaiki.

Setiap orang termasuk saya, pernah melakukan kekeliruan/kesalahan, tak apa-apa, asal mau memperbaiki. 

Itulah sikap seorang Junzi. (bwt)

KOMENTAR

BLOGGER
Nama

GERBANG,56,KIBAR KABAR,15,LAYAK NGERTI,34,LORONG,37,NOT,1,PILIHAN,68,SANGGURDI,5,SEPATU,5,TOPI,21,TSN,56,TSUN,4,USL,46,VIDEO,24,YUHO,1,ZATH,1,ZBWT,9,ZEF,13,ZEVA,1,ZKG,20,
ltr
item
Genta Rohani: Sumpah dan Janji
Sumpah dan Janji
Bagaimana Anda memaknai janji?
Bagaimana pula Anda memaknai sumpah?
Bagaimana bila sumpah/janji itu telah Anda ucapkan?
Apakah Anda masih memegang teguh dan berupaya memenuhi, atau Anda menganggap sumpah/janji itu seperti ucapan biasa saja yang bisa dilanggar?
https://1.bp.blogspot.com/-X6-2T8arHZ0/XaPuIRD4uVI/AAAAAAAAAiI/RO4nv-MdSYoaWZw8-Mts60QJhaD6onkigCLcBGAsYHQ/s1600/denigration-and-condemnation.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-X6-2T8arHZ0/XaPuIRD4uVI/AAAAAAAAAiI/RO4nv-MdSYoaWZw8-Mts60QJhaD6onkigCLcBGAsYHQ/s72-c/denigration-and-condemnation.jpg
Genta Rohani
https://www.gentarohani.com/2019/10/sumpah-dan-janji.html
https://www.gentarohani.com/
https://www.gentarohani.com/
https://www.gentarohani.com/2019/10/sumpah-dan-janji.html
true
9139491462367974246
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts LIHAT SEMUA Baca lebih Balas Batal Hapus Oleh Beranda PAGES POSTS View All Rekomendasi untuk Anda LABEL ARSIP CARI ALL POSTS Not found any post match with your request Kembali ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit lalu $$1$$ menit lalu 1 jam lalu $$1$$ jam lalu Kemarin $$1$$ hari lalu $$1$$ minggu lalu lebih dari 5 minggu lalu Followers Follow KONTEN PREMIUM Harap SHARE untuk membuka kunci Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy