|TERBARU     /fa-fire/_$type=slider$sn=hide$cate=0$show=home$va=0$d=0$cm=0

Persembahyangan Pada Hok Tek Ceng Sin (Malaikat Bumi)

oleh:  Uung Sendana Linggaraja    GENTAROHANI.COM— "Sembahyang/ibadah itu pokok/akar agama. Maka sembahyang/ibadah seorang yang ...


oleh: Uung Sendana Linggaraja   


GENTAROHANI.COM—"Sembahyang/ibadah itu pokok/akar agama. Maka sembahyang/ibadah seorang yang bijaksana berkebajikan dipenuhi iman dan kepercayaan, dengan semangat penuh satya dan hormat-sujud." (Liji XXII. Ji Tong: 12 dan 2)

Seperti kita ketahui, peribadatan umat Khonghucu terdiri dari peribadatan Jiao kepada Qian/TIAN (Pencipta/Tuhan YME), peribadatan She kepada Kun/Di (penanggap/alam/bumi), dan peribadatan di Zhong Miao kepada Zu Zong/Ren (leluhur/shen).

Umat Khonghucu melakukan persembahyangan pada Tian untuk melakukan sembah sujud, persembahyangan kepada leluhur untuk sembah bakti, dan persembahyangan kepada shenming (malaikat, roh suci/gemilang) untuk memberi hormat dan meneladani kebajikan.

Siapa dan apa sebetulnya shenming? Kita dapat membaca dalam Liji (Catatan Kesusilaan), salah satu Kitab Suci Agama Khonghucu bagian dari kitab Wu Jing (Lima Kitab Klasik) Bab Ji Fa XX: 9:
"Berdasarkan peraturan para Raja Suci tentang upacara sembahyang, sembahyang dilakukan kepada orang yang menegakkan hukum bagi rakyat, kepada orang yang gugur menunaikan tugas, kepada orang yang telah berjerih payah membangun kemantapan dan kejayaan negara, kepada orang yang dengan gagah berhasil menghadapi serta mengatasi bencana besar dan kepada yang mampu mencegah terjadinya kejahatan/penyesalan besar”
Nabi bersabda, "Seorang Junzi memuliakan tiga hal. Memuliakan Firman Tian, memuliakan orang-orang besar dan memuliakan sabda para nabi."
—Lunyu Bab Ji Shi XVI: 8

Salah satu persembahyangan pada shenming adalah persembahyangan kepada malaikat bumi yang dilakukan baik di rumah, di kelenteng, di tempat usaha, di makam, maupun yang dilakukan pada hari ini tanggal 02 bulan 02 tahun 2571 Kongzili.

Sejak kapan, darimana asal usul, untuk apa dan bagaimana orang-orang jaman dahulu melakukan persembahyangan pada malaikat bumi seperti ditentukan dalam kitab suci Ru Jiao (agama Ru-Khonghucu)?


Mari simak ayat-ayat dalam Sishu-Wujing.
Orang-orang dinasti Zhou (1122-255 SM), pada waktu melakukan upacara Sembahyang Besar Di, memberi tempat terhormat kepada Baginda Ku untuk turut dihormati; dan di dalam upacara Sembahyang Besar Jiao, Ji (menteri pertanian jaman Raja Yao) turut dihormati; Baginda Wen dihormati sebagai leluhur kerajaan; dan Baginda Wu dihormati sebagai pendahulu yang dimuliakan. Dengan korban bakaran dengan tumpukan kayu di atas Altar Agung (Tai Tan) dilakukan sembahyang kepada TIAN; dengan menanam (hewan kurban) di dalam Gundukan Agung (Tai She) dilakukan sembahyang kepada Malaikat Bumi. Semuanya digunakan hewan kurban berbulu merah (lembu berwarna merah digunakan khusus pada jaman dinasti Zhou).
—Li Ji XX: 1-2, Ji Fa, Hukum Sembahyang
Raja, untuk semua marga mendirikan altar untuk Malaikat Bumi, disebut Altar Agung (Da She); untuk dirinya didirikan satu altar untuk Malaikat Bumi, disebut Altar Kerajaan (Wang She). Seorang raja muda, untuk rakyat beratus marga, mendirikan satu altar untuk Malaikat Bumi disebut Altar Negeri (Guo She), untuk dirinya didirikan satu altar untuk Malaikat Bumi disebut: Altar Pangeran (Hou She). Seorang Pembesar (Da Fu) beserta bawahannya mendirikan satu altar untuk Malaikat Bumi disebut Altar Penyemayaman.
—Li Ji XX: 6
(Seorang Putera) setelah memacu diri di dalam, lalu mencari bantuan dari luar; demikianlah ada upacara pernikahan. Maka seorang kepala negeri yang akan mengambil istri berucap, “Mohon diperkenan puteri kumala Tuan menyertai hamba yang sebatang kara, memiliki negeri kecil ini untuk melayani kuil leluhur (Zhong Miao) dan altar Malaikat Bumi dan Malaikat Gandum (She Ji).
Itulah pokok mencari bantuan dari luar itu…
—Li Ji Ji Tong XXII: 4
Pada jaman dahulu, pangeran Zhou Gong Dan telah berjasa dalam mengabdi kepada bawah langit ini. Setelah meninggal dunia, raja Zhou Cheng Wang dan Zhou Kang Wang, terus mengenang jasa besar Zhou Gong, lalu ingin memuliakan negeri Lu (negeri yang dikaruniakan kepada Zhou Gong), maka dianugerahkan wenang melakukan upacara sembahyang besar; —yakni upacara sembahyang besar Jiao (kepada TIAN) dan sembahyang besar She (kepada Malaikat Bumi) di luar kota, dan sembahyang besar Chang (pada musim rontok) dan Di (pada musim panas) di dalam kota (Miao Kerajaan)…
—Li Ji, Ji Tong XXII: 29
Dengan melakukan upacara sembahyang Jiao She, berarti melakukan pengabdian kepada Shang Di (Tuhan Yang Maha Tinggi); dengan melakukan upacara sembahyang di Miao leluhur berarti memberikan persembahan kepada nenek moyang. Kalau orang dapat mengerti jelas tata upacara sembahyang Jiao dan She serta makna sembahyang Di dan Chang, maka mengatur negara laksana melihat telapak tangan saja.
—Zhong Yong XVIII: 6
Zi Lu menyarankan agar Zi Gao diangkat menjadi kepala daerah Bi. Nabi bersabda, “Engkau ini akan mencelakakan anak orang.” Zi Lu berkata, “Di sana sudah ada rakyatnya, sudah ada tempat-tempat untuk melakukan upacara sembahyang kepada Malaikat Bumi dan Malaikat Pertanian. Mengapakah ia harus membaca buku lagi baharu dinamai belajar?” Nabi bersabda, “Aku benci kepada orang yang suka memutar lidah.”
—Lun Yu XI: 25
Wan Sun-jia bertanya, “Apakah maksud peribahasa ‘Daripada bermuka-muka kepada Malaikat Ao (Malaikat Ruang Barat Daya Rumah), lebih baik bermuka-muka kepada Malaikat Zao (Malaikat Dapur)?’"
Nabi bersabda, “Itu tidak benar. Siapa berbuat dosa kepada TIAN, tiada tempat ia meminta doa”."
—Lun Yu III: 13

Malaikat Oo atau Ao Shen 奥神 (ào shén) atau Xinan Jiao de Shen 西南角的神 (xī nán jiǎo de shén) atau Malaikat Sudut Barat Daya adalah nama lain dari Malaikat Bumi, Kun(kūn), penguasa bangunan.

Pada mulanya persembahyangan She kepada malaikat bumi dilakukan pada gundukan tanah. Dalam perjalanan sejarah kemudian mulai dibuat 'patung' berwujud manusia yang menjalankan kebajikan tertentu dan membawa pengaruh pada masyarakat luas.

Disamping bersumber dari ayat kitab suci, belakangan dalam masyarakat berkembang cerita-cerita, legenda dan mitologi mengenai malaikat bumi.

Penampilan ‘dewa bumi’ atau malaikat bumi berujud seorang tua, rambut dan jenggotnya putih, berjubah merah memegang tongkat, tangan kanannya kadang menggenggam bongkahan emas.

Di beberapa tempat ada juga yang menampilkan Tu Di dengan pakaian ala Cheng Huang (dewata pelindung kota) dengan wajah putih berambut dan jenggot hitam. Ada juga yang ditampilkan berpasangan Tu Di Gong disebelah kiri dan Tu Di Po di sebelah kanan.

Ada kalanya sang 'Dewa Bumi' ditemani oleh seekor harimau disebut hu jiang-jun (Houw Ciang Kun), dianggap dapat membantu 'dewa' bumi mengusir roh jahat dan menolong rakyat dari malapetaka.


Harimau putih (Lao Fu) sebetulnya merujuk pada persamaan bunyi lao fu yang mempunyai arti yang dituakan. Tak heran di beberapa daerah di Indonesia berwujud harimau kuning merujuk pada Prabu Siliwangi sebagai figur penguasa yang dituakan.
Ada juga versi yang mengatakan bahwa Tu Di Gong sesungguhnya adalah seorang yang pernah hidup di jaman dinasti Zhou, pada masa pemerintahan kaisar Zhou Wu Wang, bernama Zhang Fude (konon lahir sekira 1134 SM). Zhang Fude adalah seorang hamba yang bekerja di rumah keluarga seorang menteri kerajaan. Suatu ketika putri sang menteri sangat kangen dan ingin bertemu ayahnya. Maka Zhang Fude lalu menggendong puteri sang majikan pergi ke kota raja. Tapi di tengah jalan mereka tertimpa badai salju yang dahsyat. Dalam suasana dingin Zhang Fude melepas baju luarnya untuk membungkus tubuh majikan kecil agar bisa menahan dingin. Sang gadis kecil selamat tapi Zhang Fude, hamba yang setia akhirnya mati kedinginan. Sang menteri melihat kesetiaan hambanya sangat terharu, lalu mendirikan kelenteng untuk mengenangnya. Kaisar mengetahui masalah ini lalu memberi gelar sebagai Fu De Zheng Shen, mengangkatnya sebagai malaikat.
—Majalah WIKA

Versi legenda lain yang dikutip dalam buku Dewa Dewi Kelenteng: Tu Di Gong sesungguhnya adalah seorang yang pernah hidup di jaman dinasti Zhou, pada masa pemerintahan kaisar Zhou Wu Wang, bernama Zhang Fude. Sejak kecil Zhang Fude sudah menunjukkan bakat sebagai orang yang pandai dan berhati mulia. Ia memangku jabatan sebagai menteri urusan pemungutan pajak kerajaan. Dalam menjalankan tugasnya ia selalu bertindak bijaksana tidak memberatkan rakyat, sehingga rakyat sangat mencintainya. Ia konon meninggal pada usia 102 tahun.

Jabatannya digantikan oleh seorang bernama Wei Chao. Wei Chao adalah seorang yang tamak dan rakus lagi kejam. Dalam menarik pajak ia tidak mengenal kasihan, sehingga rakyat banyak sangat menderita. Akhirnya karena derita yang tak tertahankan, mereka banyak pergi meninggalkan kampung halamannya, sehingga sawah ladang banyak terbengkalai. Dalam hati mereka mendambakan seorang bijaksana seperti Zhang Fude (Thio Hok Tek) sebagai tempat memohon perlindungan. Dari nama Zhang Fude inilah kemudian (konon) muncul gelar Fu De Zheng Zhen yang dianggap sebagai 'dewa bumi'.

Sekarang ini ada upaya mengganti nama dan mengaitkan asal muasal Malaikat Bumi (Fu De Zheng Shen) dengan Amurva Bumi. Saya pikir upaya ini kurang tepat dan sangat lemah alasannya. Apalagi bila berkaitan dengan masuknya Buddhisme ke Tiongkok. Fung Yu Lan, seorang ahli sejarah filsafat Tiongkok yang diakui dunia mengatakan Agama Buddha masuk ke Tiongkok abad ke-1 Masehi tetapi tidak berkembang (Buddha Theravada), barulah pada abad ke-3 Masehi, Buddha Zhen (Channisme) dapat diterima oleh masyarakat Tiongkok dengan cara mengadopsi tradisi/persembahyangan Ru-Khonghucu, termasuk dengan men-buddha-kan para shen ming Ru Jiao.

Sangat diragukan sumber sejarahnya bila dikatakan selama lebih dari 2500 tahun Tiongkok telah dipengaruhi oleh tiga agama. Dari tulisan Fung Yu Lan kita tahu bahwa agama Buddha baru masuk dan berkembang lebih kurang 1700-1800 tahun yang lalu, bukan 2500 tahun.

Demikian pula bila kita membaca tulisan Huang Xinyang mengenai Pengenalan Taoisme, sejarawan dan komunitas Taois pada umumnya menyetujui Taoisme menjadi suatu agama formal dan sistematis di masa pemerintahan Kaisar Shun 汉顺帝 (126–144 M) dari Dinasti Han Timur 东汉 dan memiliki sejarah sekira 1.800 tahun.

Menurut Fung Yu Lan, dalam buku Sejarah Filsafat Cina, Dao De Jing di tulis 3 abad setelah Kongzi, penulisnya bukan Lao Zi (Li Er atau Lao Dan) tapi beberapa orang. Menurut Bapak RIP Tockary, Taoisme tidak ada kaitannya dengan Zhang Dao Ling. Zhang Dao Ling (hidup abad 1-2 M) mengaku dirinya sebagai Taois. Zhang Dao Ling sendiri adalah seorang penganut Shamanisme. Fung Yu Lan  mengaitkan Taoisme awal dengan Yangzi dan Zhuangzi, bukan Laozi. Zhang Dao Ling yang mengangkat Laozi dalam kedudukan sangat tinggi di alam perdewaan sebagai Thay Siang Lo Kun atau Tai Shang Lao Jun.

Shen Ming (Malaikat/Roh Gemilang) sebetulnya tidak sama dengan Xian (Dewa), tidak sama juga dengan Bodhisattva. Seiring berjalannya waktu dan masuknya agama Buddha serta berkembangnya Taoisme di Tiongkok tercampurlah peristilahan-persitilahan tersebut dalam masyarakat.

'Shen' dalam Fu De Zheng Shen merujuk pada roh suci atau malaikat, bukan dewa seperti dalam cerita Ba Xian atau bodhisattva dalam Buddhisme. Ketiga istilah berbeda ini memperlihatkan perbedaan pandangan umat Ru (Khonghucu) dengan umat Fo (Buddha) dan umat Dao (Tao). Umat Ru mencapai ‘kesempurnaan’ (Puncak Iman) dengan mengembangkan kebajikan dan mengendalikan nafsu, hidup dalam masyarakat berdasarkan Lima Hubungan Kemasyarakatan dengan berlandaskan TRIPUSAKA (Zhi Ren Yong, Bijaksana, Cinta Kasih dan Berani).

Memahami makna filosofis dalam 'sebutan' Fu De Zheng Shen pada malaikat bumi akan memperkokoh keyakinan kita pada nilai-nilai kebajikan sebagai religiusitas inti dalam menjalani kehidupan, bahwa semua keberkahan dan rezeki berkaitan dengan kokohnya kebajikan yang kita jalankan dalam kehidupan kita. Peribadahan yang kita laksanakan berkaitan dengan bertumbuh kembangnya kebajikan dalam diri kita yang membawa keberkahan termasuk di dalamnya rezeki yang kita terima dari Tian melalui alam/bumi.


FU DE ZHENG SHEN

FU = Berkah/Rezeki

DE = Kebajikan

ZHENG = Kokoh, benar

Shen = Roh

Jadi Fu De Zheng Shen adalah shen (roh/malaikat) yang melimpahkan berkah atas kebajikan yang kokoh yang dilakukan oleh manusia dalam kehidupannya.

Seperti diamanatkan dalam Kitab Sishu,

Kebajikan itulah yang pokok, kekayaan itulah yang ujung. Bila mengabaikan yang pokok dan mengutamakan yang ujung, inilah meneladani rakyat untuk berebut.
—Da Xue X: 7-8
Maka seorang yang mempunyai Kebajikan Besar niscaya mendapat Kedudukan, mendapat berkah, mendapat nama dan mendapat panjang usia. Demikianlah Tuhan YME menjadikan segenap wujud, masing-masing dibantu sesuai dengan sifatnya. Kepada pohon yang bersemi dibantu tumbuh, sementara kepada yang condong dibantu roboh…Maka seorang yang ber Kebajikan Besar itu niscaya menerima Firman.
—Zhong Yong XVI: 2-5

Bisa saja Anda mempunyai pandangan dan keyakinan berbeda dengan pandangan dan keyakinan saya dalam tulisan ini, itu hal biasa, tak perlu juga saling mencerca. Silakan siapkan kitab suci dan buku-buku filsafat serta sejarah untuk menuliskan pandangan dan keyakinan Anda. 

Dunia begitu indah dengan aneka warna, bak pelangi mengiringi bidadari mandi. (bwt)

KOMENTAR

BLOGGER
Nama

GERBANG,56,KIBAR KABAR,15,LAYAK NGERTI,34,LORONG,37,NOT,1,PILIHAN,68,SANGGURDI,5,SEPATU,5,TOPI,21,TSN,56,TSUN,4,USL,46,VIDEO,24,YUHO,1,ZATH,1,ZBWT,9,ZEF,13,ZEVA,1,ZKG,20,
ltr
item
Genta Rohani: Persembahyangan Pada Hok Tek Ceng Sin (Malaikat Bumi)
Persembahyangan Pada Hok Tek Ceng Sin (Malaikat Bumi)
https://cdn.pixabay.com/photo/2018/09/01/13/02/culture-3646754_1280.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-G01WTYSy4K0/XlPa15j5oyI/AAAAAAAAAxw/xcaO3nBp9sMdUEuJX0MPKNjVSXpWn_zXgCLcBGAsYHQ/s72-c/fude.jpg
Genta Rohani
https://www.gentarohani.com/2020/02/persembahyangan-pada-hok-tek-ceng-sin.html
https://www.gentarohani.com/
https://www.gentarohani.com/
https://www.gentarohani.com/2020/02/persembahyangan-pada-hok-tek-ceng-sin.html
true
9139491462367974246
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts LIHAT SEMUA Baca lebih Balas Batal Hapus Oleh Beranda PAGES POSTS View All Rekomendasi untuk Anda LABEL ARSIP CARI ALL POSTS Not found any post match with your request Kembali ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit lalu $$1$$ menit lalu 1 jam lalu $$1$$ jam lalu Kemarin $$1$$ hari lalu $$1$$ minggu lalu lebih dari 5 minggu lalu Followers Follow KONTEN PREMIUM Harap SHARE untuk membuka kunci Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy