|TERBARU     /fa-fire/_$type=slider$sn=hide$cate=0$show=home$va=0$d=0$cm=0

Xunzi

oleh: Uung Sendana Linggaraja     |      GENTAROHANI.COM— Xunzi (289–238 SM) adalah penduduk asli Negara Zhao yang sekarang berada d...


oleh: Uung Sendana Linggaraja   |   


GENTAROHANI.COM—Xunzi (289–238 SM) adalah penduduk asli Negara Zhao yang sekarang berada dibagian selatan Provinsi Hubei dan Provinsi Shanxi. Buku yang menggunakan namanya sebagai judul terdiri dari tiga puluh dua bab, di antaranya banyak esai yang dikembangkan secara terperinci dan secara logis yang kemungkinan berasal dari tulisan-tulisannya sendiri. Di lingkungan para cendekiawan, pemikiran Xunzi merupakan antitesis bagi pemikiran Mengzi.

Xunzi dikenal karena teorinya yang menyatakan bahwa sifat dasar manusia adalah jahat. Secara langsung hal ini bertentangan dengan teori yang dikemukakan oleh Mengzi bahwa sifat dasar manusia pada awalnya adalah baik. 

Filsafat Xunxi bisa dikatakan sebagai filsafat–budaya. Tesis umumnya mengatakan bahwa segala sesuatu yang baik dan berharga merupakan hasil usaha manusia. Nilai berasal dari budaya dan budaya merupakan hasil karya manusia. Dalam hal ini manusia di dalam alam semesta sama pentingnya dengan langit dan bumi. 
Xunzi berkata, “Langit memiliki musim-musimnya. Bumi memiliki sumber daya-sumber dayanya, manusia memiliki budayanya. Inilah yang dimaksud dengan (ketika dikatakan bahwa manusia) mampu membentuk trinitas (dengan Langit dan Bumi).
—Xunzi, Bab 17
 Menurut Xunzi, tiga kekuatan alam semesta—yaitu Langit, Bumi, dan manusia—memiliki tugasnya sendiri, “Bintang-bintang mengikuti peredarannya; matahari dan bulan bersinar secara bergantian; keempat musim saling menggantikan satu sama lain, yin dan yang bergerak melalui perubahan-perubahannya yang besar; angin dan hujan tersebar secara meluas; segala sesuatu mendapatkan keharmonisan serta kehidupannya. Seperti itulah tugas Langit dan Bumi. Tetapi tugas manusia mempergunakan apa yang disediakan oleh Langit dan Bumi, dan dengan demikian, maka manusia menciptakan budayanya sendiri."

Sifat dasar manusia juga harus dibudayakan, karena menurut Xunzi, kenyataan bahwa sifat dasar manusia ini tidak berbudaya menunjukkan bahwa sifat dasar ini tidak mungkin baik. Tesis Xunzi adalah “watak sejati/sifat dasar manusia adalah jahat; kebaikannya diraih melalui latihan-latihan”. (Xunzi, Bab 23)

Menurutnya, sifat dasar adalah material mentah yang asli, apa yang kemudian diperoleh manusia merupakan pencapaian dan penghalusan yang ditimbulkan oleh kebudayaan. Tanpa sifat dasar, tidak ada sesuatu yang dapat ditambahkan padanya dari apa yang diperoleh. Tanpa sesuatu yang diperoleh, sifat dasar tidak dapat menjadi indah dengan sendirinya.
 
Walaupun pandangan Xunzi tentang sifat dasar manusia benar-benar bertolak belakang dengan Mengzi, namun dia sependapat dengan Mengzi bahwa adalah hal yang mungkin bagi setiap orang untuk menjadi manusia bijaksana, jika ia menghendakinya. Mengzi telah mengatakan bahwa orang dapat menjadi seorang Yao atau seorang Shun, dan Xunzi juga mengatakan hal yang sama. “Siapapun orangnya dapat menjadi seorang Yu.
 
Menurut Xunzi manusia tidak hanya lahir tanpa adanya permulaan-permulaan kebajikan apapun, tetapi sebaliknya, manusia memiliki “permulaan-permulaan” yang bersifat jahat. Dalam Bab yang berjudul “Tentang Kejahatan dalam Sifat Dasar Manusia” Xunzi mencoba untuk membuktikan bahwa manusia lahir dengan membawa kehendak batin untuk mencari keuntungan dan kesenangan yang bersifat indrawi. 

Tetapi, meskipun terdapat permulaan-permulaan yang bersifat jahat ini, ia mengakui bahwa manusia sekaligus juga memiliki kecerdasan, dan kecerdasan ini memungkinkannya untuk menjadi baik. 

Xunzi berkata, “Siapapun orangnya, pasti memiliki kemampuan untuk mengetahui rasa kemanusiaan, rasa keadilan, ketaatan terhadap hukum dan kejujuran, serta sarana-sarana untuk mengamalkan prinsip-prinsip ini. Dengan demikian jelaslah bahwa ia dapat menjadi seorang Yu.” 

Xunzi menegaskan bahwa siapapun dapat menjadi seperti Yu, karena pada awalnya dia adalah orang yang cerdas.
 
Xunzi mengatakan bahwa manusia harus memiliki organisasi sosial, alasannya adalah: 
  1. Agar manusia dapat menikmati kehidupan yang lebih baik, manusia perlu saling bekerjasama dan saling membantu.
  2. Manusia perlu bersatu agar dapat menaklukkan makhluk-makhluk lain.
Agar bisa memiliki organisasi sosial, mereka perlu memiliki aturan-aturan dalam berperilaku. Aturan-aturan yang dimaksud adalah Li (ritus, upacara, peraturan-peraturan dalam kehidupan sehari-hari). 

Xunzi berkata, “Darimanakah muncul Li ini? Jawabannya, bahwa manusia dilahirkan dengan membawa kehendak-kehendak. Ketika kehendak-kehendak ini tidak terpuaskan, maka ia tidak akan dapat tenang tanpa berusaha mencari pemenuhannya. Ketika pencarian itu tanpa mengenal ukuran dan batasan, maka yang muncul hanyalah pertikaian. Ketika muncul pertikaian, maka yang ada hanyalah kekacauan. Bila terdapat kekacauan, maka semuanya akan berakhir. Raja-raja dahulu benci akan kekacauan, dan dengan demikian mereka menetapkan Li (aturan-aturan dalam bertindak) dan Yi (rasa keadilan, moralitas), untuk mengakhiri kekacauan ini. (Xunzi, Bab 19) 

Ketika ada Li, maka akan ada moralitas. Dia yang bertindak sesuai dengan Li berarti bertindak secara moral. Dia yang bertindak bertentangan dengannya, maka tindakannya itu bertentangan dengan moral. Inilah salah satu argumen Xunzi untuk menjelaskan asal-usul kebajikan moral.

Menurut Xunzi jiwa mempunyai dua aspek, intelektual dan emosional. Ketika orang-orang yang kita cintai meninggal, kita mengetahui lewat kecerdasan kita, bahwa orang yang meninggal, telah meninggal dan tidak terdapat dasar rasional untuk mempercayai bahwa roh bersifat abadi. Oleh karena itu, jika kita selalu bertindak di bawah perintah intelektual kita, maka kita tidak akan memerlukan ritus-ritus perkabungan. 

Tetapi karena jiwa kita juga memiliki aspek emosional, maka inilah yang menyebabkan, ketika orang yang kita cintai meninggal, kita berharap agar yang meninggal itu hidup kembali dan terdapat roh yang akan tetap hidup di dunia lain. Dengan demikian, kita memberi jalan bagi khayalan kita, maka kita akan mengambil takhayul sebagai sebuah kebenaran, dan meniadakan keputusan intelektual kita.
 
Dengan demikian, ada perbedaan antara apa yang kita ketahui dan apa yang kita harapkan. Pengetahuan itu penting, tetapi kita tidak dapat hidup hanya dengan pengetahuan saja. Kita memerlukan kepuasan emosional yang baik. Dalam menetapkan sikap kita terhadap seseorang yang meninggal, kita harus memasukkan kedua aspek tersebut ke dalam pertimbangan kita.
 
Xunzi berkata dalam bukunya yang berjudul “Risalah tentang Ritus”, Ritus memperhatikan benar perlakuan atas kehidupan dan kematian manusia. Hidup adalah persamaan manusia, dan mati adalah akhirnya. Jika permulaan dan akhir manusia ini diperlakukan dengan baik, maka jalan kemanusiaannya menjadi sempurna. 

Jika kita cukup mampu memberikan pelayanan terbaik kepada orang tua kita ketika mereka masih hidup, tetapi tidak demikian halnya ketika mereka meninggal, maka berarti bahwa kita menghormati orang tua kita ketika mereka tahu, tetapi mengabaikan mereka ketika tidak tahu. 

Kematian seseorang berarti ia telah pergi untuk selama-lamanya. Itulah kesempatan terakhir bagi seorang hamba untuk melayani penguasanya dan seorang anak melayani orang tuanya. Ritus perkabungan merupakan kesempatan membantu menghias orang yang meninggal oleh orang yang yang masih hidup, mengantarkan kepergian mereka sebagaimana tatkala mereka masih hidup, dan memberikan pelayanan yang sama terhadap orang yang meninggal sebagaimana terhadap orang yang masih hidup, suatu pelayanan yang sama dari permulaan hingga akhir.

Oleh karena itu, fungsi ritus perkabungan adalah untuk membuat lebih jelas makna kehidupan dan kematian, menghantarkan kepergian orang yang meninggal dengan duka cita dan rasa hormat, dan demikianlah cara untuk menyempurnakan akhir manusia.” (Xunzi, Bab 19)
 
Bagi Xunzi, musik berfungsi sebagai instrumen dalam pendidikan moral. Xunzi menulis dalam ‘Risalah berkenaan dengan Musik’, “Manusia tidak dapat hidup tanpa kesenangan, dan ketika ada kesenangan, maka ia harus memiliki suatu perwujudan yang bersifat fisikal. Ketika perwujudan ini tidak sesuai dengan prinsip kebenaran, maka akan terjadi kekacauan. Raja-raja awal sangat membenci kekacauan, sehingga dengan demikian mereka menetapkan musik Ya dan Shung sebagai pedoman. Pedoman ini menyebabkan musik itu bersifat ceria dan tidak bobrok serta keindahannya jelas menonjol dan tidak terbatas. Dengan daya tariknya yang langsung atau tidak langsung, dalam kompleksitas dan simplisitasnya, kesederhanaan dan kemegahannya, dengan ketenangan dan nadanya, musik ini menggugah kebajikan yang terdapat dalam pikiran manusia dan untuk mencegah bercokolnya perasaan serakah. Inilah cara utama yang digunakan raja-raja awal dengan menetapkan adanya musik. (Xunzi, Bab 20)
 
Berkenaan dengan asal mula nama dan penggunaan nama-nama, Xunzi berkata, “Nama dibuat agar dapat mengenali aktualitas, di lain pihak, nama juga dibuat agar dapat membuat perbedaan yang jelas antara yang superior dan yang inferior (dalam masyarakat), dengan kata lain, untuk membedakan antara kesamaan dan perbedaan.” Artinya nama ditetapkan sebagian atas dasar alasan etika dan sebagian lagi atas dasar logika.
 
Di antara murid-murid Xunzi, ada dua orang yang terkenal yaitu Li Si dan Han Fei Zi, keduanya mempunyai pengaruh yang besar dalam sejarah Tiongkok. Li Si di kemudian hari menjadi Perdana Menteri pada Kekaisaran Pertama dinasti Qin, tokoh yang pada akhirnya dengan menggunakan kekerasan dan pemaksaan mempersatukan Tiongkok pada tahun 221 SM. 

Bersama dengan gurunya, ia berusaha keras tidak hanya untuk mencapai persatuan dalam bidang politik, tetapi juga dalam bidang ideologi, suatu gerakan yang kulminasinya pada pembakaran kitab-kitab Konghucu pada tahun 213 SM. 

Muridnya yang lain, Han Fei Zi menjadi seorang pemimpin yang berpengaruh dalam mazhab Kaum Legalis (Fa Jia), yang menghasilkan justifikasi teoritik untuk usaha penyatuan di bidang politik dan ideologi ini. (bwt) 


KOMENTAR

BLOGGER
Nama

GERBANG,64,KIBAR KABAR,15,LAYAK NGERTI,44,LORONG,48,NOT,1,PILIHAN,85,SANGGURDI,7,SEPATU,8,TOPI,23,TSN,65,TSUN,4,USL,62,VIDEO,29,YUHO,1,ZATH,1,ZBWT,12,ZEF,22,ZEVA,1,ZKG,23,
ltr
item
Genta Rohani: Xunzi
Xunzi
https://1.bp.blogspot.com/-HqsSexvPwAY/YHMO0_b0EYI/AAAAAAAABeE/ScQYxMYUzYgKS7amxbBQyW15gJsD5soVACLcBGAsYHQ/s0/xunzi.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-HqsSexvPwAY/YHMO0_b0EYI/AAAAAAAABeE/ScQYxMYUzYgKS7amxbBQyW15gJsD5soVACLcBGAsYHQ/s72-c/xunzi.jpg
Genta Rohani
https://www.gentarohani.com/2021/04/xunzi-dan-ajarannya.html
https://www.gentarohani.com/
https://www.gentarohani.com/
https://www.gentarohani.com/2021/04/xunzi-dan-ajarannya.html
true
9139491462367974246
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts LIHAT SEMUA Baca lebih Balas Batal Hapus Oleh Beranda PAGES POSTS View All Rekomendasi untuk Anda LABEL ARSIP CARI ALL POSTS Not found any post match with your request Kembali ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit lalu $$1$$ menit lalu 1 jam lalu $$1$$ jam lalu Kemarin $$1$$ hari lalu $$1$$ minggu lalu lebih dari 5 minggu lalu Followers Follow KONTEN PREMIUM Harap SHARE untuk membuka kunci Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy