|TERBARU     /fa-fire/_$type=slider$sn=hide$cate=0$show=home$va=0$d=0$cm=0

Zhu Xi

Zhu Xi adalah seorang filsuf yang sulit dipisahkan dari argumen, berpikir terang, berpengetahuan luas dan menghasilkan banyak karya tulis.


oleh: Uung Sendana Linggaraja   |   


GENTAROHANI.COM—Pada tahun 589 M, setelah abad perpecahan, Tiongkok kembali disatukan oleh dinasti Sui (590 M–617 M). Tetapi tidak lama kemudian, Sui menyerah kepada dinasti Tang yang sangat kuat dan sentralistik (618 M–906 M). Secara politik dan budaya, dinasti Tang merupakan masa keemasan Tiongkok yang memiliki kesamaan, namun dalam banyak hal melebih dinasti Han. Pada tahun 622 M, sistem ujian dalam seleksi pegawai Negara yang didalamnya berbagai karya klasik Konghucu memegang peranan penting diberlakukan kembali.

Tetapi ajaran Konghucu pada waktu itu telah kehilangan vitalitas yang dulu pernah termanifestasikan dalam diri Mengzi, Xunzi, dan Dong Zhong Shu. Naskah-naskah aslinya masih ada, sejumlah komentar dan subkomentarnya bahkan lebih banyak daripada sebelumnya, namun mereka gagal mempertemukan antara keinginan spiritual dengan kepentingan-kepentingan zaman. Setelah kebangkitan kembali Daoisme dan masuknya Buddhisme, orang menjadi lebih tertarik terhadap masalah-masalah metafisika.

Sampai akhirnya muncul dua orang tokoh Neo Confucianisme bernama Han Yu (768 M–824 M) dan Li Ao (798 M–844 M (?)) dengan sungguh-sungguh menginterpretasikan kembali karya-karya seperti Da Xue dan Zhong Yong, yang akan digunakan untuk menjawab masalah-masalah pada waktu itu kemudian diikuti dengan kosmologi Zhou Dun Yi (1017–1073), Shao Yung (1011 M–1077 M), Zhang Zai (1020 M–1077 M) dan Lu Xiang Shan (1139 M–1193 M).

Setelah melewati masa yang cukup panjang, yaitu lebih kurang dua abad, Neo Confucianisme akhirnya pecah kedalam dua mazhab utama, secara kebetulan dimulai oleh dua orang bersaudara, Cheng Yi (1033 M–1108 M), sang adik membangun sebuah mazhab yang disempurnakan oleh Zhu Xi (1130 M–1200 M) dan dikenal sebagai mazhab Cheng-Zhu atau Li Xue (mazhab Hukum atau Prinsip).

Sedangkan sang kakak, Cheng Hao (1032 M–1085 M) membangun mazhab lain yang dilanjutkan oleh Liu Qiu Yuan (1139 M–1193 M) dan disempurnakan oleh Wang Yang Ming atau Wang Shou Jen (1473 M–1529 M), dan dikenal sebagai mazhab Lu-Wang atau Xin Xue (Mazhab Jiwa).

Zhu Xi dan Ajarannya

Zhu Xi (1130 M–1200 M) lebih dikenal sebagai Zhuzi adalah seorang filsuf yang sulit dipisahkan dari argumen, berpikir terang, berpengetahuan luas dan menghasilkan banyak karya tulis. Karyanya berjudul Catatan Berbagai Ungkapan ada sekitar 140 buku.

Bersamanya sistem filsafat mazhab Cheng-Zhu yang juga dikenal sebagai Li Xue mencapai puncaknya. Kaum Neo Confucian menganggap Lunyu, Mengzi, Zhongyong dan Daxue sebagai naskah-naskah yang sangat penting, yang kemudian pada masa itu dijadikan satu menjadi Sishu (Four Books/Kitab yang Empat).

Terhadap Sishu, Zhu Xi membuat tulisan berjudul Komentar, yang ia pandang sebagai karya sangat penting diantara tulisan-tulisannya. Ia juga membuat tulisan berupa komentar-komentar baik terhadap Yijing dan Shijing.

Pada tahun 1313 M kaisar dari dinasti Mongol (Yuan) yang menggantikan dinasti Sung menetapkan Sishu sebagai naskah utama yang digunakan dalam ujian-ujian Negara, dan interpretasi Zhu Xi menjadi interpretasi resmi. Penetapan yang sama dari pemerintah juga diberikan kepada komentar-komentar Zhu Xi atas Kitab-kitab Klasik yang lain. Orang-orang yang ingin berhasil dalam ujian Negara harus menginterpretasikan kitab-kitab ini berdasarkan pada komentar Zhu Xi.

Praktik ini terus berlanjut selama kekuasaan dinasti Ming dan dinasti Qing, hingga penghapusan ujian Negara pada tahun 1905 ketika pemerintah mencoba memperkenalkan sistem pendidikan modern.

Kontribusi Zhu Xi sangatlah penting. Dia menyintesis konsep ren (cinta kasih) dari Nabi Kongzi, doktrin Mengzi mengenai ren dan yi (cinta kasih dan kebenaran), ide meneliti hakikat tiap perkara dalam Kitab Da Xue, ajaran tentang iman/ketulusan dalam kitab Zhong Yong, doktrin dinasti Han tentang yin yang dan lima unsur dan praktis hampir semua ide penting dari Neo Confucianisme pada zaman dinasti Sung. Keluasan pandangan dan kesarjanaannya hanya bisa dibandingkan dengan sedikit orang dalam sejarah Tiongkok.

Benar atau tidak, dia adalah orang yang meneruskan garis ortodoks dari ajaran Konghucu dari Nabi Kongzi, Mengzi, Zhou Dun Yi, Zhangzai, Cheng Hao, dan Cheng Yi.

Menurut Zhu Xi, setiap sesuatu, apakah yang bersifat natural maupun artificial, ada li yang dimilikinya. Menurut mazhab Cheng-Zhu tidak semua kategori objek memiliki jiwa, namun semua memiliki sifat partikularnya sendiri, yaitu Li. Karena alasan ini, maka Li segala sesuatu telah ada bahkan sebelum segala sesuatu yang konkrit itu sendiri ada. Semua Li ada bahkan sebelum pembentukan alam semesta secara fisik.

Setiap jenis sesuatu memiliki Li yang menjadikannya seperti apa seharusnya ia. Li merupakan qi dari sesuatu itu, yakni standar intinya.

Untuk alam semesta secara keseluruhan, juga harus ada standar intinya, yang tertinggi dan menyeluruh. Ia mencakup banyak li dari segala sesuatu dan merupakan sajian tertinggi dari seluruh mereka. Oleh karena itu, ia disebut inti tertinggi (Taiji).

Segala sesuatu memiliki inti, yaitu Li inti. Dia yang menyatukan dan meliputi li langit, bumi dan segala sesuatu, merupakan inti tertinggi. Yang menjadi inti tertinggi adalah apa yang paling tinggi dari segala-galanya, tidak ada apapun yang melebihinya. Ia paling tinggi, paling mistik dan paling nusykil, jauh melebih segala sesuatu.

Posisi inti tertinggi dalam sistem Zhu Xi berhubungan dengan gagasan Plato tentang Yang Baik dengan gagasan Aristoteles tentang Tuhan. Tetapi ada satu point dalam sistem Zhu Xi yang menjadikan inti tertingginya lebih bersifat mistik daripada gagasan Plato tentang Yang Baik atau gagasan Aristoteles tentang Tuhan. Kenyataan ini dikarenakan menurut Zhu Xi. Inti tertinggi bukan hanya menyajikan Li alam semesta secara keseluruhan, tetapi sekaligus juga immanen dalam contoh masing-masing kategori sesuatu yang bersifat individu.

Setiap sesuatu yang khas memiliki didalamnya Li secara inheren dari kategori sesuatu yang khas itu, sekaligus juga inti tertinggi hadir di dalamnya secara inheren.

Zhu Xi berkata, “Berkenaan dengan Langit dan Bumi secara umum, inti tertinggi juga hadir di dalamnya. Berkenaan dengan banyak sekali sesuatu yang bersifat particular, inti tertinggi juga hadir di dalam setiap sesuatu itu.”

Jika tidak ada apapun kecuali Li, maka sudah barang tentu tidak ada sesuatu apapun yang melebih dunia yang disebut sebagai “bentuk atas”. Tetapi dunia fisik konkrit yang kita miliki mungkin dibuat dengan kehadiran qi atas pola yang telah ditentukan oleh li. Sebelum kejadiannya ada, Li terlebih dahulu ada. Li tidak pernah terpisah dari qi. Meskipun demikian Li bersinggungan dengan ‘bentuk atas’ sedangkan qi bersinggungan dengan ‘bentuk dalam’. Karenanya, apabila kita berbicara tentang ‘bentuk atas’ dan ‘bentuk dalam’ bagaimana disana tidak ada prioritas dan posterioritas.

Seperti pada Plato dan Aristoteles, antara Li dan qi manakah yang dapat disebut sebagai ‘Penggerak Pertama”? Meskipun Li sendiri tidak bergerak, namun dalam ‘dunia’ Li yang murni. Kosong dan luas terdapat Li gerak dan Li diam. Li gerak tidak bergerak sendiri, demikian juga dengan Li diam, tidak diam sendiri, tetapi segera setelah qi menerima mereka, qi mulai bergerak atau diam.

Qi yang bergerak dinamakan yang, qi yang diam disebut yin. Sekalipun yang dalam kondisi bergerak dan yin dalam kondisi diam. Inti tertinggi tidak berada dalam keadaan bergerak ataupun diam. Tetapi ada juga Li gerak dan Li diam. Li ini tidak dapat dilihat dan menjelma kepada kita hanya ketika ada gerak yang dan diam yin. Li berdiam di atas yin yang, bagaikan seorang manusia menunggang kuda. Demikian juga inti tertinggi, bagaikan Tuhan dalam filsafat Aristoteles, tidak digerakkan namun sekaligus sebagai penggerak bagi seluruh yang ada. Interaksi antara yin dan yang menghasilkan lima unsur dan seperti yang kita ketahui alam semesta fisik ini terdiri dari lima unsur.

Dalam sistem Zhu Xi, sifat berbeda dengan jiwa. Kemampuan mental ada pada jiwa, bukan sifat. Sifat tiada lain kecuali Li. Perbedaan antara jiwa dan sifat adalah bahwa jiwa merupakan sesuatu yang konkrit sedangkan sifat merupakan sesuatu yang abstrak. Jiwa bisa beraktifitas, seperti berpikir dan merasakan, tetapi sifat tidak.

Bagi manusia prinsip-prinsip yang berkaitan dengan cinta kasih, kebenaran, kesusilaan dan kebijaksanaan termasuk ke dalam sifat. Mereka hanya merupakan prinsip.

Apabila setiap jenis sesuatu di dalam dunia ini memiliki Li sendiri, berarti Negara sebagai sebuah organisasi yang memiliki eksistensi konkrit seharusnya juga mempunyai Li kenegaraan atau pemerintahan. Jika Negara diorganisir atau diperintah sesuai Li yang dimilikinya, maka Negara tersebut akan stabil dan makmur, namun apabila tidak, maka Negara tersebut akan keluar dari keteraturan dan terjerumus dalam kekacauan.

Menurut Zhu Xi, Li negara atau pemerintahan merupakan prinsip pemerintahan seperti yang dipikirkan dan dipraktikkan oleh raja-raja bijaksana masa lampau.

Gagasan Platonik bahwa kita tidak dapat memiliki sebuah Negara yang sempurna 'sampai filsuf menjadi raja atau raja filsuf’ dipedomani oleh banyak filsuf Tiongkok. Zhu Xi mengatakan bahwa raja-raja bijaksana pada zaman dahulu dibina dengan cara yang sangat bijaksana untuk memahami hal-hal yang sangat fundamental.

Bagaimanakah metode pembinaannya? Pada diri tiap manusia, demikian juga pada segala sesuatu, ada inti tertinggi dalam sifatnya yang menyeluruh. Karena inti tertinggi merupakan totalitas Li dari segala sesuatu, maka Li ini ada dalam seluruh batin kita, tetapi karena kungkungan jasmani kita, mereka tidak sepenuhnya terwujudkan. Inti tertinggi yang ada dalam batin kita seperti mutiara dalam air keruh. Apa yang harus kita lakukan untuk membuat mutiara itu bisa terlihat? Perluasan pengetahuan lewat meneliti hakikat tiap perkara dan perhatian penuh dari jiwa.

Zhu Xi tidak menyukai kehidupan politik yang penuh korupsi dan intrik. Ia menolak banyak tawaran untuk memangku jabatan, tetapi kadang-kadang ia tidak dapat menolak. Bila ia menerima suatu jabatan, ia mengerjakan dengan semangat yang penuh gairah dan kuat seperti waktu ia mengejar pelajaran.

Zhu Xi mengabdikan diri sepanjang hidupnya untuk mengajar, belajar dan menulis. Zhu Xi mengabdikan banyak waktu dan tenaganya untuk pendidikan. Untuk mengumpulkan materi belajar bagi anak-anak sekolah dasar, sekolah menengah dan mahasiswa, ia menyiapkan isi dan metode pengajaran. (bwt)


KOMENTAR

BLOGGER
Nama

GERBANG,75,KIBAR KABAR,15,LAYAK NGERTI,50,LORONG,54,NOT,1,PILIHAN,107,SANGGURDI,7,SEPATU,8,TOPI,23,TSN,74,TSUN,4,USL,69,VIDEO,30,YUHO,1,ZATH,1,ZBWT,13,ZEF,23,ZEVA,1,ZKG,28,
ltr
item
Genta Rohani: Zhu Xi
Zhu Xi
Zhu Xi adalah seorang filsuf yang sulit dipisahkan dari argumen, berpikir terang, berpengetahuan luas dan menghasilkan banyak karya tulis.
https://1.bp.blogspot.com/-uspbVMjBfrE/YJjEGd66kjI/AAAAAAAABfg/99lKNriqvqMuXhSP_BNgQQUw1tGWegDRQCLcBGAsYHQ/s0/Zhu_xi.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-uspbVMjBfrE/YJjEGd66kjI/AAAAAAAABfg/99lKNriqvqMuXhSP_BNgQQUw1tGWegDRQCLcBGAsYHQ/s72-c/Zhu_xi.jpg
Genta Rohani
https://www.gentarohani.com/2021/05/zhu-xi.html
https://www.gentarohani.com/
https://www.gentarohani.com/
https://www.gentarohani.com/2021/05/zhu-xi.html
true
9139491462367974246
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts LIHAT SEMUA Baca lebih Balas Batal Hapus Oleh Beranda PAGES POSTS View All Rekomendasi untuk Anda LABEL ARSIP CARI ALL POSTS Not found any post match with your request Kembali ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit lalu $$1$$ menit lalu 1 jam lalu $$1$$ jam lalu Kemarin $$1$$ hari lalu $$1$$ minggu lalu lebih dari 5 minggu lalu Followers Follow KONTEN PREMIUM Harap SHARE untuk membuka kunci Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy