|TERBARU     /fa-fire/_$type=slider$sn=hide$cate=0$show=home$va=0$d=0$cm=0

Etika Konghucu (1)

Tulisan ini adalah bagian 1 dari 3 tulisan mengenai Etika Konghucu.
Diterjemahkan dari Rencana Kurikulum Buku Pelajaran Etika Konghucu Singapura.

Pembinaan Kesempurnaan Kodrat Manusia


diterjemahkan oleh: Chew Kong Giok   |   


GENTAROHANI.COM—Etika Konghucu menuntut kita untuk membina moral diri kita dan memperbaiki hubungan antara diri kita dengan keluarga , masyarakat dan bangsa. Pembinaan diri ini diarahkan pada pembinaan sifat-sifat kodrat kita. Hal ini dilakukan dengan pengembangan yang menyeluruh sepenuhnya, kebaikan yang diperoleh sejak kita lahir.

Seringkali dipercaya bahwa tak seorangpun dapat menjadi sempurna. Namun bagaimanapun juga Umat Konghucu percaya bahwa orang yang beriman jika mempraktekkan nilai-nilai ajaran Konghucu dan sebagai prinsip-prinsip pedoman hidup, akan membantu mengembangkan kebaikan kodrati kita. Selanjutnya kita dapat menjadi pribadi-pribadi yang terbina dan luhur budi pekertinya, walaupun tampaknya kita tidak akan pernah mungkin menjadi sempurna.

SEMUA ORANG BISA MENJADI SEMPURNA

Kongzi merasa yakin bahwa kodrat manusia ini dengan melalui pendidikan dan pengajaran, setiap orang bisa menjadi manusia yang bermoral baik dan bahkan bisa mencapai manusia yang bijaksana. Mengzi dan Xunzi mempunyai pandangan yang sama.

Mengzi mengatakan bahwa: 
“Setiap orang dapat menjadi seperti Yao dan Shun.” 
—Mengzi VI B : 2

Xunzi setuju tentang hal ini dan berkata bahwa: 
“Orang biasa pun dapat menjadi seperti Yu.” 
—Xunzi : XIII

Kita telah tahu bahwa Yao, Shun, dan Yu oleh umat Konghucu dianggap sebagai raja-raja yang bijaksana pada masa China purbakala. Walaupun mungkin kita tidak dapat melakukan hal-hal yang besar seperti raja-raja bijaksana ini, tetapi Mengzi dan Xunzi berkeyakinan bahwa setiap orang dapat menjadi manusia sempurna melalui pembinaan diri sebagaimana seperti Yao, Shun, dan Yu.

Pada zaman dinasti Song ada seorang cendikiawan lain yang mempelajari ajaran Konghucu yaitu Lu Xiang Shan, di mana ia berpandangan yang sama pula. Lu Xiang Shan percaya bahwa manusia pada umumnya, sekalipun mereka-mereka yang tidak pernah belajar membaca dan menulis, dapat menjadi manusia yang baik dan berbudi luhur. 

Ia mengatakan bahwa seseorang dapat tetap menjadi tegak lurus dan bermartabat walaupun ia tidak memahami sebuat hurufpun. Ia berharap kepada semua orang agar menjadi ‘Orang Besar’ atau ‘Orang Mulia’ atau ‘Orang Berbudi Luhur’ atau ‘Orang/Manusia yang Sejati’.

Wang Yang Ming yang hidup pada zaman dinasti Ming, berpendapat. “Belajar untuk menjadi manusia bijaksana merupakan hal yang paling penting dalam hidup ini.” Ia mengatakan bahwa baik orang bijaksana maupun orang biasa memiliki kesamaan Xin 心 atau ‘Hati dan Pikiran”. Karena itu walaupun berbeda dalam hal kekayaan, kedudukan dan inteligensia, semua umat manusia pada hakikatnya diperlengkapi sarana yang sama untuk menjadi bijaksana.

PANDANGAN-PANDANGAN TENTANG KODRAT MANUSIA

Bahwa kodrat manusia dapat menjadi sempurna diyakini oleh semua umat Konghucu. Ada dua pandangan pokok tentang sifat-sifat kodrati manusia dalam ajaran Konghucu.

Xunzi percaya bahwa kodrat manusia adalah buruk, tetapi menurut pandangan Mengzi bahwa pada umumnya kodrat manusia mempunyai sifat ‘satu’ yang sama yaitu kodrat manusia sesungguhnya adalah baik. Tetapi menurut kedua-duanya baik Mengzi maupun Xunzi berpendapat bahwa kodrat manusia dapat dijadikan sempurna. 

Marilah kita tinjau alasan-alasannya.

1. PANDANGAN MENGZI

Mengzi percaya bahwa setiap manusia dilahirkan dengan kecenderungan untuk mengarah menjadi baik. Guna memperkuat pandangannya ini, ia mengatakan bahwa, jika seseorang dengan tiba-tiba melihat seorang anak kecil yang sedang berjalan ke arah sumur dan hampir terjerumus ke dalam sumur. Menurut naluri manusia akan terkejut dan akan bergerak untuk menolongnya. Perasaan peduli ini sebagai rasa simpati/iba akan timbul secara alami. Orang tidak perlu diajarkan untuk berkelakuan seperti itu. 

Jadi Mengzi membuktikan bahwa semua orang ditakdirkan lahir dengan: 
Hati yang penuh rasa belas kasihan, perasaan malu, rasa hormat dan rendah hati, perasaan benar dan salah. —Mengzi VII A : 21, 4

Sifat-sifat ini merupakan empat sifat awal (dasar atau benih) kebaikan-kebaikan dari kodrat manusia. Karena keempat sifat-sifat ini hanya baru merupakan sifat awal/benih dalam hati saja yang mana belum sempurna menjadi perbuatan, maka harus dikembangkan oleh setiap pribadi manusia. Keempat sifat tersebut merupakan benihj-benih dari pada kebajikan, yaitu Cinta Kasih, Kebenaran, Kesusilaan, dan Kebijaksanaan.

Maka Mengzi berkata: 
“Perasaan belas kasihan merupakan permulaan Perikemanusiaan (Cinta Kasih) 仁, perasaan malu merupakan awal Kebenaran 義 , perasaan hormat dan rendah hati merupakan permulaan dari Kesusilaan 禮, dan perasaan membenarkan dan menyalahkan adalah awal dari Kebijaksanaan 智."
—Mengzi II A : 6

Dengan kata lain, kita manusia harus mengembangkan diri pribadi kita untuk menjadi manusia yang berprikemanusiaan (Cinta Kasih), berpikiran benar, berkesusilaan dan bijaksana. Hanya dengan cara demikian saja kita dapat mengatakan bahwa ke empat benih sebagai kebaikan awal kodrat manusia itu tumbuh berkembang dari hati menjadi perbuatan. Inilah yang disebut menjalankan DAO 道 atau Jalan Suci. Jika kita tidak mengembangkannya dengan cara ini akibatnya kita akan menjadi jahat. Kejahatan adalah sederhana saja, yaitu akibat penyalahgunaan atau kelalaian terhadap panggilan hati nuraninya, panggilan kebaikan-kebaikan yang dibawa sejak lahir.

2. PANDANGAN XUNZI

Walaupun Xunzi percaya bahwa kodrat manusia itu buruk/jahat, tetapi ia tidak merasa ragu bahwa kodrat manusia dapat dibentuk menjadi sempurna. 

Dalam kalimat pertama karya sastranya, ia menulis:
“Kodrat manusia adalah buruk/jahat, kebaikannya hanya dapat diperoleh dengan latihan.”
—Xunzi : XXIII

Ini berarti bahwa (menurut Xunzi) kodrat manusia adalah jahat, dan dengan melalui latihan dan pendidikan maka kodrat manusia seseorang baik laki-laki maupun perempuan dapat berubah menjadi baik. Ia menunjukkan bahwa manusia dilahirkan dengan suatu keinginan terhadap keuntungan dengan kecenderungan cemburu dan benci serta kecenderungan terhadap kenikmatan mata dan telinga. Oleh karena itu jika manusia dibiarkan mengembangkan kodratnya akan terdapat konflik-konflik dan pertengkaran sebagai kebalikan dari pada sikap hormat dan rendah hati; bertentangan dengan perbuatan-perbuatan yang layak, kebenaran dan kesusilaan; akan terdapat ketamakan pada kesenangan dan kekayaan, akibatnya menghasilkan perbuatan yang melanggar moral. 

Menurut Xunzi, kodrat manusia yang demikian adalah manusia yang menghendaki kesenangan. Oleh karena itu kita harus mengatasi keinginan-keinginan buruk tersebut melalui disiplin dalam ‘tata cara dan musik’.

3. PANDANGAN YANG BERBEDA TETAPI TUJUAN YANG SAMA

Walaupun Xunzi dan Mengzi mempunyai perbedaan-perbedaan mengenai kodrat manusia ini, tetapi kedua-duanya mengakui bahwa manusia dapat memperjuangkannya untuk menjadi manusia sempurna dan kita harus berusaha mengembangkan kodrat manusia kita agar menjadi sempurna. 

Xunzi menekankan pentingnya latihan perbuatan-perbuatan yang bermoral, tetapi Mengzi menekankan pada pengembangan kecenderungan sifat-sifat baik di dalam diri kita. Kedua cara itu sebenarnya mempunyai kesamaan tempat yakni dalam pengembangan diri pribadi.

Sebagai contoh, agar supaya membantu pembawaan kita yang baik itu tumbuh, kita perlu sering mendisiplinkan diri dan bimbingan orang tua serta guru-guru kita yang mengarahkan kita supaya terhindar dari pengaruh buruk. (bwt)


KOMENTAR

BLOGGER
Nama

GERBANG,68,KIBAR KABAR,15,LAYAK NGERTI,49,LORONG,50,NOT,1,PILIHAN,96,SANGGURDI,7,SEPATU,8,TOPI,23,TSN,66,TSUN,4,USL,66,VIDEO,30,YUHO,1,ZATH,1,ZBWT,13,ZEF,22,ZEVA,1,ZKG,28,
ltr
item
Genta Rohani: Etika Konghucu (1)
Etika Konghucu (1)
Tulisan ini adalah bagian 1 dari 3 tulisan mengenai Etika Konghucu.
Diterjemahkan dari Rencana Kurikulum Buku Pelajaran Etika Konghucu Singapura.
https://cdn.pixabay.com/photo/2016/11/29/13/56/asian-1870022_1280.jpg
Genta Rohani
https://www.gentarohani.com/2021/06/etika-konghucu-1.html
https://www.gentarohani.com/
https://www.gentarohani.com/
https://www.gentarohani.com/2021/06/etika-konghucu-1.html
true
9139491462367974246
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts LIHAT SEMUA Baca lebih Balas Batal Hapus Oleh Beranda PAGES POSTS View All Rekomendasi untuk Anda LABEL ARSIP CARI ALL POSTS Not found any post match with your request Kembali ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit lalu $$1$$ menit lalu 1 jam lalu $$1$$ jam lalu Kemarin $$1$$ hari lalu $$1$$ minggu lalu lebih dari 5 minggu lalu Followers Follow KONTEN PREMIUM Harap SHARE untuk membuka kunci Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy