|TERBARU     /fa-fire/_$type=slider$sn=hide$cate=0$show=home$va=0$d=0$cm=0

Kita Punya Pencipta

Tak Ada yang Kebetulan! oleh: Uung Sendana Linggaraja     |      GENTAROHANI.COM— Bagaimana kalau seandainya bumi tidak beredar tepat pa...

Tak Ada yang Kebetulan!


oleh: Uung Sendana Linggaraja   |   


GENTAROHANI.COM—Bagaimana kalau seandainya bumi tidak beredar tepat pada orbitnya dan tak ada lapisan ozon yang menyelimutinya? Bagaimana bila tidak ada lapisan atmosphere di sekeliling kita? Apakah akan ada kehidupan manusia? 

Ada ribuan parameter dan perbandingan yang mendukung kehidupan di bumi, semuanya berada pada titik kritis, dan penyelarasannya sangat halus, begitu tipis sehingga sedikit saja perubahan dari salah satu parameter dan perbandingan ini, maka tidak akan ada kehidupan di bumi. Sulit sekali untuk percaya bahwa semua ini terjadi secara kebetulan. 

Babaran Agung (B) I: 6 Kitab Yijing (Kitab Wahyu Kejadian Alam Semesta Alam beserta Segala Perubahan dan Peristiwanya) menggambarkan dalam untaian sabda, 
"Adapun Jalan Suci Langit dan Bumi itu menunjukkan hukum yang abadi; Jalan Suci Matahari dan Bumi itu menunjukkan kecemerlangannya yang abadi; dan segenap gerak di dunia ini, abadi di bawah kekuasaan yang esa itu."

Babaran Agung (B) V: 32 menggambarkan proses perubahan membawa berkah bagi pertumbuhan atau kehidupan, 
"Begitu matahari pergi, datanglah bulan. Begitu bulan pergi, datanglah matahari. Matahari bulan saling mendorong/bergantian dan terbitlah terang. Dingin pergi, panas datang; panas pergi, dingin datang. Dingin dan panas saling mendorong dan sempurnalah satu tahun. Yang pergi itu berkurang kian berkurang; yang datang itu bertambah kian bertambah. Proses kian berkurang, kian bertambah saling mempengaruhi dan membawakan berkah untuk pertumbuhan/kehidupan." 

Babaran Agung (B) V: 43 menjelaskan bagaimana berlaksa benda lebur dan berkembang,
"Oleh jalinan langit dan bumi, maka berlaksa benda lebur dan berkembang; oleh adanya saling hubungan benih laki-laki dan perempuan, maka berlaksa makhluk lebur dan lahir/tumbuh ... ."

Babaran Agung (A) V: 24, 25, 35 dan XII: 78 menjelaskan tentang Dao (Jalan Suci). 
"Satu Yin, satu Yang, itulah yang dinamai Jalan Suci.

"Maka yang di atas bentuk itu dinamai Jalan Suci, dan yang di bawah bentuk itu dinamai alat. Peleburan dan pembentukan itulah yang dinamai berubah; yang menjadikan semuanya berjalan/berlangsung itulah dinamai menembusi. Mampu mengambil hasilnya dan melangsungkan itu kepada rakyat bawah langit ini, itulah yang dinamai medan usaha."

Babaran Agung (A) I: 4–6 memberi pemahaman pada kita adanya Sang Pencipta, Ciptaan dan Perubahan.
"Jalan Suci Qian, Sang Pencipta, menjadikan kodrat pria; Jalan Suci Kun, ciptaan, menjadikan kodrat wanita."

"Qian, Sang Pencipta, menjadikan orang mengerti tentang mula besar (prima causa. Dai Shi) dari semuanya; Kun, ciptaan, penanggap, mengerjakan penyempurnaan benda-wujud itu" 

"Sang Pencipta dengan Yi, perubahan menunjukkan kemampuan itu; dan Kun, penanggap dengan wajar menunjukkan kemampuan itu."

Babaran Agung (A) V: 25, 35 dan Pembahasan VI: 10 menggambarkan peranan watak sejati dan kekuatan Yang Maha Rokh.
"Yang berkesinambungan itulah baik; yang menyempurnakan itulah Xing (Watak Sejati)"

"Gerakan Yin dan Yang yang tanpa batas itulah dinamai kekuatan Shen (Yang Maha Rokh)."

"Sang Maha Rokh itulah yang dikatakan sebagai kuasa gaib yang menciptakan berlaksa benda-makhluk ini ..."

Kitab Lunyu XVII: 19 dengan metaphora menjelaskan tentang adanya Tian Li (Hukum Suci atau Hukum Tian) yang mengatur Alam semesta tanpa Tian perlu berbicara seperti manusia.
Nabi bersabda, "Aku ingin tidak usah bicara lagi. 

Zigong bertanya, "Bila Guru tidak mau berbicara lagi, bagaimanakah murid-murid dapat mengikuti pelajaran?" 

Nabi bersabda "Berbicarakah Tian (Tuhan YME), empat musim beredar dan segenap makhluk tumbuh. berbicarakah Tian?"

Dalam Zhongyong XXXII: 6 Nabi bersabda mengenai kemaha sempurnaan Tuhan Yang Maha Esa, 
Nabi bersabda, "Suara dan rupa itu hanya bagian yang paling akhir untuk memperbaiki rakyat." Di dalam Shijing tertulis, "Kebajikan itu ringan bagai bulu, namun bulu masih ada bandingnya." Tuhan Yang Maha Esa, Yang Maha Tinggi dan pendukung semuanya itu tiada suara dan tiada bau. Demikianlah Kesempurnaannya"

Umat Konghucu melalui bimbingan para sheng (nabi) dan kesadaran batinnya meyakini alam semesta tercipta dan teratur karena ada yang menciptakan dan mengatur. Bukan terjadi secara kebetulan. Karya penciptaan dan pengaturan alam semesta itu terjadi melalui Tian Li (Hukum Tian) dan Tian Dao (Jalan Suci Tian). 

Bukanlah suatu kebetulan pepohonan melepas oksigen. Bukan suatu kebetulan kita memperoleh udara untuk bernafas. Bukanlah suatu kebetulan tata surya kita ditempatkan dengan sempurna pada orbitnya. Jika tata surya kita berada di tempat lain di galaksi, manusia akan takkan dapat hidup, akan hancur karena radiasi kosmik. Tampaknya tata surya dirancang dengan sempurna, ditempatkan dengan sempurna dan diseimbangkan dengan sempurna untuk kita. 

Seyogianya, ketika kesadaran bahwa semua ini bukan terjadi karena kebetulan, dan bahwa keseimbangan dari setiap unsur mikroskopis yang mengitari Bumi dan di muka Bumi berada dalam keseimbangan yang sempurna untuk mendukung kita, kita akan merasakan perasaan syukur yang sangat besar untuk kehidupan, karena semuanya dilakukan untuk memelihara kita. 

Ketika kita mencapai titik syukur yang dalam untuk semua yang kita dapatkan dari alam, misalnya untuk udara yang kita hirup, syukur kita akan mencapai tingkat daya yang baru, dan kita akan mampu mengubah setiap bagian dari hidup kita menjadi 'emas'! 

Karena apa? Karena kita sebagai manusia memilih untuk hidup dalam keharmonisan dan kebersatuan dengan Tian. Tian Ren He Yi! 

Inilah sebetulnya hasil dari pilihan kita hidup dalam spiritualitas. 

Apakah ini jalan hidup pilihan Anda? (bwt)


Catatan: Babaran Agung A dan B merupakan bagian dari Shi Yi (Sepuluh Sayap) adalah karya Nabi Kongzi yang diyakini oleh umat Konghucu merupakan wahyu yang diterima oleh Nabi Kongzi yang menjadikan Kitab Yijing dapat dibaca dan dipahami oleh manusia, sebelumnya Yijing berisi simbol-simbol. Dari adanya Sepuluh Sayap inilah berkembang berbagai jenis pengkajian mengenai Yijing terutama setelah era dinasti Han. 
 

KOMENTAR

BLOGGER
Nama

GERBANG,77,KIBAR KABAR,15,LAYAK NGERTI,50,LORONG,54,NOT,1,PILIHAN,109,SANGGURDI,7,SEPATU,8,TOPI,23,TSN,76,TSUN,4,USL,69,VIDEO,30,YUHO,1,ZATH,1,ZBWT,13,ZEF,23,ZEVA,1,ZKG,28,
ltr
item
Genta Rohani: Kita Punya Pencipta
Kita Punya Pencipta
https://cdn.pixabay.com/photo/2017/08/09/11/04/bracelet-2614191_1280.jpg
Genta Rohani
https://www.gentarohani.com/2021/06/kita-punya-pencipta.html
https://www.gentarohani.com/
https://www.gentarohani.com/
https://www.gentarohani.com/2021/06/kita-punya-pencipta.html
true
9139491462367974246
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts LIHAT SEMUA Baca lebih Balas Batal Hapus Oleh Beranda PAGES POSTS View All Rekomendasi untuk Anda LABEL ARSIP CARI ALL POSTS Not found any post match with your request Kembali ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit lalu $$1$$ menit lalu 1 jam lalu $$1$$ jam lalu Kemarin $$1$$ hari lalu $$1$$ minggu lalu lebih dari 5 minggu lalu Followers Follow KONTEN PREMIUM Harap SHARE untuk membuka kunci Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy