|TERBARU     /fa-fire/_$type=slider$sn=hide$cate=0$show=home$va=0$d=0$cm=0

Teori Troli Belanja Supermarket

Pelajaran penting di sore hari itu, dari sebuah troli belanja supermarket yang terdampar di area parkir mobil.


oleh: Budi Wangsa Tedy   |   


GENTAROHANI.COM—Coba bayangkan skenario sederhana ini.

Anda sedang belanja bulanan di supermarket. 

Semua sudah dibeli, semua kantong belanja sudah dimasukkan ke bagasi mobil, troli supermarket sudah dikosongkan, dan Anda siap untuk pulang.

Tapi apakah Anda pernah terpikir untuk mengembalikan troli supermarket ke tempat asalnya?

Mengembalikan troli belanja adalah tugas yang mudah, tidak merepotkan, dan yang kita semua akui sebagai hal yang benar dan selayaknya untuk dilakukan. Mengembalikan troli belanja adalah tindakan yang paling tepat. Tidak ada situasi dan kondisi manapun—selain keadaan darurat—di mana seseorang tidak mampu mengembalikan troli belanja mereka kembali ke tempatnya, setelah mereka bawa ke area parkiran. 

Di lain pihak, tidak hukum atau undang-undang yang memaksa seseorang untuk mengembalikan troli belanja kembali ke tempatnya. Oleh karena itu troli belanja dapat digunakan sebagai contoh ideal apakah seseorang akan melakukan sebuah Kebajikan, tanpa dipaksa untuk melakukannya.

Tidak ada yang akan menghukum Anda karena tidak mengembalikan troli belanja, tidak ada yang akan mendenda Anda, atau membunuh Anda karena tidak mengembalikan troli belanja. Juga sebaliknya,  dengan mengembalikan keranjang belanja Anda tidak akan mendapatkan apa-apa. Tindakan mengembalikan keranjang belanja harus murni datang dari kebaikan hati Anda sendiri, karena itu adalah sebuah hal yang seharusnya dilakukan. Karena itu adalah sebuah Kebajikan.

Seseorang yang tidak mampu melakukan hal sederhana ini, tidak lebih baik dari seekor binatang. Manusia tidak beradab yang melakukan suatu hal hanya dan hanya jika mereka diancam akan dihukum atau didenda jika tidak melakukannya. Atau jika menurut Mengzi, ia bukan manusia lagi.

“Dari hal ini kelihatan bahwa yang tidak mempunyai perasaan berbelas kasihan, ia bukan manusia lagi. Yang tidak mempunyai perasaan malu dan tidak suka, ia bukan manusia lagi. Yang tidak mempunyai perasaan rendah hati dan mau mengalah, ia bukan manusia lagi. Dan Yang tidak mempunyai perasaan membenarkan dan menyalahkan, maka ia bukan manusia lagi."
—Mengzi IIA: 6.4

Troli belanja supermarket adalah tes sederhana yang dapat kita amati, untuk menilai apakah seseorang mampu mengatur dirinya sendiri. Apakah seseorang adalah anggota masyarakat yang baik atau buruk.

Ada beberapa teori psikologi yang dapat kita terapkan dalam kasus troli belanja ini.

Psikologi Positif

Jika kita mengaplikasikan Teori Psikologi Positif oleh Martin Seligman dari bukunya yang berjudul Authentic Happiness, ada beberapa kemungkinan mengapa Anda dengan sukarela mengembalikan troli belanja ke tempat asalnya:

Pengalaman Positif (seperti kebahagiaan, kegembiraan, inspirasi, dan cinta)

Dalam hal ini, Anda akan mengembalikan troli belanja karena Anda menemukan kebahagiaan dalam melakukan sebuah Kebajikan.


Keadaan dan Sifat Positif (seperti rasa syukur, daya tahan, dan rasa iba)

Anda mengembalikan troli belanja karena Anda bersyukur masih mampu berbelanja dan telah selesai belanja kebutuhan Anda.


Institusi Positif (penerapan prinsip-prinsip positif dalam sebuah organisasi atau institusi)

Anda mengembalikan troli belanja karena toko tempat Anda belanja meminta dan menganjurkan Anda untuk mengembalikan troli belanja ke tempat asalnya.


Model Perilaku

Model Perilaku (Behavior Model) dari BJ Fogg—pendiri Behavior Design Lab di Universitas Stanford—dalam bukunya yang berjudul Tiny Habits, mengatakan ada tiga elemen yang harus bertemu pada saat yang sama agar sebuah perilaku muncul, yaitu Motivasi (motivation), Kemampuan (ability), dan Pemicu (trigger).
Ketika sebuah perilaku tidak muncul, berarti tidak adanya setidaknya satu dari tiga elemen di atas.

Jika diterapkan dalam kasus troli belanja, dan elemen Pemicu adalah waktu, maka elemen Kemampuan dan Motivasi pun harus ada.

Kemampuan: Apakah secara fisik Anda mampu mengembalikan troli belanja kembali ke tempatnya?

Motivasi: Apakah Anda masih punya energi untuk mengembalikan troli belanja kembali ke tempatnya?

Zhong — Setya

Nabi Kongzi menekankan dua hal kepada kita, Zhong 忠 dan Shu 恕. Dalam bahasa Inggris, Zhong diterjemahkan sebagai Loyalty, sedangkan dalam bahasa Indonesia kita menyebutnya sebagai Setya (dan Tepasarira).

Adapun yang dinamai mengimankan tekad itu ialah tidak mendustai diri sendiri, yakni sebagai membenci bau busuk dan menyukai keelokan. Inilah yang dinamai bahagia di dalam diri sejati. Maka seorang Junzi sangat hati-hati pada waktu seorang diri.
—Daxue Bab VI: 1

Guru menjawab: “Utamakanlah sikap Setya dan Dapat Dipercaya. Ikutilah Kebenaran. Inilah menjunjung Kebajikan.”
—Lunyu XI :10: 2

Kita tidak menerjemahkannya Zhong sebagai Setia, karena Zhong tidak hanya berarti kesetiaan. Setya adalah kata serapan dari bahasa Sansekerta Satya, yang dapat diterjemahkan secara sederhana sebagai kesetiaan, kebenaran, kejujuran dan tanggung jawab.


Zhong adalah tindakan komitmen terhadap tanggung jawab dan pengabdian kita bagi perkembangan kepribadian kita. Dengan melakukan sebuah hal yang benar dan seharusnya dilakukan, tanpa paksaan. Sebuah kejujuran terhadap sifat Xing yang Tian wariskan kepada setiap manusia.

Troli belanja dapat kita gunakan sebagai indikator mengenai kemampuan kita mengendalikan diri sendiri, tapi tentunya bukan sebagai dasar mutlak yang menentukan apakah seseorang adalah manusia baik atau jahat. Moralitas lebih kompleks dari itu.

Tapi tindakan mengembalikan troli belanja ke tempatnya, dapat kita manfaatkan sebagai salah satu cara mudah untuk mengasah Zhong yang Nabi Kongzi ajarkan kepada kita. 

Guru bersabda: “Seorang Junzi menuntut diri sendiri, seorang rendah budi menuntut orang lain.”
—Lunyu XV:21

Satu hal yang pasti, terkadang hal sederhana pun dapat menjadi ujian bagi karakter kita untuk menjadi seorang Junzi(bwt)


KOMENTAR

BLOGGER
Nama

GERBANG,68,KIBAR KABAR,15,LAYAK NGERTI,49,LORONG,50,NOT,1,PILIHAN,96,SANGGURDI,7,SEPATU,8,TOPI,23,TSN,66,TSUN,4,USL,66,VIDEO,30,YUHO,1,ZATH,1,ZBWT,13,ZEF,22,ZEVA,1,ZKG,28,
ltr
item
Genta Rohani: Teori Troli Belanja Supermarket
Teori Troli Belanja Supermarket
Pelajaran penting di sore hari itu, dari sebuah troli belanja supermarket yang terdampar di area parkir mobil.
https://cdn.pixabay.com/photo/2020/03/27/17/03/shopping-4974313_1280.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-ncJStesHgjU/YMI2zwxI4GI/AAAAAAAABoI/EumNEQZpw-c6WqNsAct2HhAVvVT0uR-9wCLcBGAsYHQ/s72-c/behavior.png
Genta Rohani
https://www.gentarohani.com/2021/06/teori-troli-belanja-supermarket.html
https://www.gentarohani.com/
https://www.gentarohani.com/
https://www.gentarohani.com/2021/06/teori-troli-belanja-supermarket.html
true
9139491462367974246
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts LIHAT SEMUA Baca lebih Balas Batal Hapus Oleh Beranda PAGES POSTS View All Rekomendasi untuk Anda LABEL ARSIP CARI ALL POSTS Not found any post match with your request Kembali ke Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Min Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agu Sep Okt Nov Des baru saja 1 menit lalu $$1$$ menit lalu 1 jam lalu $$1$$ jam lalu Kemarin $$1$$ hari lalu $$1$$ minggu lalu lebih dari 5 minggu lalu Followers Follow KONTEN PREMIUM Harap SHARE untuk membuka kunci Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy